Caleg Gerindra Harus Paham Aturan Pemilu

By : www.infosatu.com | Senin | 16 September 2013 | 10:47:02 | dibaca :3901

Dewan Pimpinan Daerah Gerindra DKI Jakarta menggelar konsolidasi calon anggota DPR RI dan DPRD DKI Jakarta. Dalam konsolidasi ini, Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta, Muhamad Taufik meminta kepada seluruh caleg proaktif menanyakan aturan kepada penyelenggara pemilu.

"Jangan sampai Caleg Gerindra tidak paham aturan pemilu, memalukan caleg tidak mengerti aturan," kata Taufik saat sosialisasi sekaligus pembekalan Caleg Gerindra di Gedung Juang, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (15/9/2013).

Hadir dalam konsolidasi tersebut, diantaranya Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno dan Ketua Bawaslu DKI Jakarta, Mimah Susanti.

Dalam sosialisasi itu, Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno meminta partai politik dan calon anggota legislatif (caleg) melakukan kampanye kreatif. Dengan adanya Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 15 Tahun 2013 yang berisi tata cara pemasangan alat peraga kampanye, dia menyarankan para caleg jangan hanya fokus pada pemasangan alat peraga kampanye. Sebab masih banyak cara untuk melakukan kampanye.

“Seperti turun langsung ke lapangan, tatap muka dengan masyarakat, membuat payung bergambar foto dan nomor urut caleg dan masih banyak cara mensosialisasikan dirinya. Jadi caleg memang harus kreatif. Tidak terpaku dengan alat peraga saja,” kata Sumarno.

Ia menjelaskan, dalam PKPU No 15 tahun 2013 itu disebutkan tentang Pedoman Pelaksanaan Kampanye telah membatasi pemasangan alat peraga kampanye calon legislatif atau caleg. Seorang caleg hanya boleh memasang satu buah spanduk dalam satu RW atau kelurahan. Begitu juga dengan parpol yang hanya boleh memasang satu baliho atau banner dalam satu RW atau kelurahan.

Selain itu, menurut dia caleg hanya boleh memasang spanduk dengan ukuran antara 1,5 meter hingga 7 meter. Spanduk juga tidak boleh dipasang oleh caleg bersangkutan. Pemasangan spanduk caleg serta baliho parpol akan diatur lebih lanjut oleh pemerintah daerah.

Sumarno membeberkan, larangan kampanye tidak hanya di tempat ibadah, sarana pendidikan, jalan-jalan protokol, tetapi juga di sarana-sarana umum, termasuk juga di pohon.

"Jadi, tidak boleh memasang alat peraga di tempat-tempat yang disebutkan tadi. Makanya caleg harus kreatif dalam melakukan kampnye," jelasnya.

Sementara, Ketua Bawaslu DKI Jakarta, Mimah Susanti menegaskan, Bawaslu akan menindak tegas siapa pun yang melakukan pelanggaran aturan kampanye seperti yang tertera dalam PKPU nomor 15 tersebut. Menurut dia, PKPU ini masih banyak celah bagi caleg untuk berbuat kreatif.

"Kami akan mencopot semua alat peraga yang melanggar aturan kami bekerja sesuai dengan aturan yang berlaku," kata mantan aktivis Korpri PMII ini, tegas.